HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI PIMPINAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN PRESTASI KERJA (RODIYAH, TESIS)

PRESTASI KERJA
Hubungan Antara Komunikasi dan Pengambilan Keputusan Dengan
Prestasi Kerja Guru SMK Negeri di Kabupaten Bekasi

R O D I Y A H
No. Reg : 7616090543

Tesis yang Ditulis untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Dalam Medapatkan Gelar Magister

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2010

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan. Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri.
Prestasi kerja guru sebagai pegawai negeri sipil adalah hasil usaha yang dicapai berdasarkan kecakapan dan keterampilannya. Prestasi kerja guru juga merupakan hasil dari jasa yang diberikan oleh guru sebagaimana dinyatakan oleh Dharma yang mendefinisikan bahwa prestasi kerja guru sebagai suatu yang dikerjakan atau produk/jasa yang dihasilkan oleh seseorang atau sekelompok. Sedangkan Dorothy dan Joseph Dowdell menyatakan ‘A teacher must organize his semester’work, his units, his daily lesson plans. He must organize his time and his effort,
Guru sebagai PNS dalam melaksanakan pekerjaannya memerlukan kemampuan dan keterampilan untuk mencapai prestasi kerja guru yang tinggi, Prestasi kerja (Performance) diartikan sebagai ungkapan kemampuan didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu. Sesuai dengan hal tersebut, Gray & Smelizer, menyatakan ;
“ Performance is what an employee accomplishes on the job, where as motivation is the employee’s desire to perform”, Prestasi kerja adalah kemampuan karyawan untuk menyelesaian pekerjaannya di dorong oleh motivasi sebagai suatu keinginan untuk melakukannya “.
Peranan profesional guru dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah diwujudkan untuk mencapai pendidikan yang berupa perkembangan siswa secara optimal. Untuk maksud tersebut, maka peranan profesional tersebut menurut Soetjipto dan Rafis Kosasi, mencakup (tiga) Bidang layanan yaitu ; layanan instruksional, layanan administratif, dan layanan bantuan akademik non pribadi, Ketiga bidang layanan tersebut menjadi tugas pokok seorang guru. Layanan Instruksional merupakan tugas utama seorang guru, sedangkan layanan administrasi dan layanan bantuan akademik non pribadi merupakan layanan pendukung. Guru juga diharapkan mampu melaksanakan sepuluh kemapuan dasar sebagai wujud profesionalisme guru yang tercantum dalam Ditjen Dikdasmenti dan Ditjen Dikti, dikutip oleh A. Samana, sebagai berikut:
1. Guru dituntut menguasai bahan ajar
2. Guru mampu mengelola program belajar mengajar
3. Guru mampu mengelola kelas
4. Guru mampu menggunakan media dan sumber pembelajaran
5. Guru menguasai landasan-landasan pendidikan
6. Guru mampu mengelola interaksi belajar mengajar
7. Guru mampu menilai pretasi belajar siswa untuk kepentingan pengajaran
8. Guru mengenal fungsi serta program pelayanan bimbingan dan penyuluhan
9. Guru mengenal dan mampu ikut menyelanggarakan administrasi sekolah
10. Guru memahami prinsip-prinsip penelitian pendidikan dan mampu menafsir hasil-hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan pengajaran.

Dalam kenyataannya kesepuluh kemapuan dasar guru yang dituntut dalam dokumen resmi tersebut sebagai wujud ‘Profesionalisme Guru’ masih menjadi harapan atau cita-cita yang mengarah pada mutu guru. Saat ini diduga masih banyak guru yang belum menguasai kesepuluh kemampuan dasar keguruan tersebut yang menjadi tolah ukur kinerja sebagai pendidik profesional, atau sebagian guru menguasai beberapa dari kesepuluh kemampuan dasar tersebut dengan baik.
Penilaian Prestasi kerja atau kinerja amat penting bagi suatu organisasi, dengan kegiatan tersebut suatu organisasi dapat melihat sampai sejauh mana faktor manusia dapat menunjang tujuan suatu organisasi, melalui penilaian kinerja organisasi dapat memilih dan menempatkan orang yang tepat untuk menduduki suatu jabatan tersebut secara objektif. Metode penilaian kinerja guru yang selama itu digunakan adalah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) berdasarkan Pasal 20 UU 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian menjadi landasan keberadaan DP3, lengkapnya adalah: Untuk menjamin objektivitas dalam mempertimbangkan dan menetapkan kenaikan pangkat dan pengangkatan melalui penilaian kinerja organisasi dapat memilih dan menempatkan orang yang tepat untuk menduduki suatu jabatan yang objektif.
Metode Penilaian kinerja guru yang selama ini digunakan adalah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) berdasarkan pasal 20 UU 8 Tahun 1974, lengkapnya adalah ; “ Untuk menjamin objektivitas dalam mempertimbangkan dan menetapkan kenaikan pangkat dan pengangkatan dalam jabatan diadakan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan dan daftar urut kepangkatan . Dalam penjelasan ayat tersebut dinyatakan unsur yang perlu dinilai dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan, antara lain adalah Prestasi kerja, rasa tanggung jawab, kesetiaan, prakarsa, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan. Ukuran yang digunakan dalam menentukan daftar urut kepangkatan, jabatan, pendidikan/latihan jabatan, masa kerja dan umur. DP3 sebagai alat ukur yang digunakan oleh pimpinan dalam menilai guru PNS pada kenyataannya masih banyak yang belum tepat sasaran atau objektif, beberapa kelemahan menurut Erwin Miftah, sebagai berikut:
1. Kurang pemahaman yang mendalam dari para Pejabat Penilai (Rater) dan pegawai yang dinilai (Ratee) mengenai bagaimana melakukan penilaian prestasi kerja yang baik.
2. Keterbatasan data pendukung dalam melakukan penilaian,
3. Banyaknya pertimbangan pada item-item yang diajukan sehingga
menyita waktu,
4. Ketidak jelasan standar yang dipakai dalam penilaian
5. Terdapat item-item penialai yang tumpang tindih dan kurang tepat dalam mengklasifikasikannya.

Pada akhirnya Penilaian prestasi kerja guru seringkali ‘Bias’ dan kurang objektif, namun hal tersebut seharusnya tidak menurunkan prestasi kerja guru terutama dalam melaksanakan pelayanan terbaik dalam dunia pendidikan, oleh karena itu disamping DP3 sebagai alat ukur penilaian prestasi kerja guru, juga banyak faktor-faktor lain yang turut berperan dalam mendukung terciptanya kinerja guru yang baik diantaranya adalah peranan kepala sekolah sebagai pimpinan yang menentukan keberhasilan mutu pendidikan dalam organisasi sekolah.
Keberhasilan prestasi kerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan akan didukung oleh kepala sekolah sebagai pemimpin yang harus pandai membaca situasi dan kondisi dimana jalinan komunikasi yang harmonis antara kepala sekolah dengan guru, staf tata usaha, siswa dan orang tua serta pihak lain yang mempengaruhi atas keputusan yang diambil sehingga tepat sasaran. Lemahnya kemampuan kepala sekolah dalam berkomunikasi secara umum akan mengakibatkan terhambatnya proses pengambilan keputusan dan penyampaiakn keputusan sehingga kinerja guru menjadi lemah dan layanan pendidikan berjalan tidak sesuai dengan harapan.
Berdasarkan latar belakang di atas dipandang perlu melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui hubungan antara komunikasi dan pengambilan keputusan dengan prestasi kerja.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas dapat diidentifikasi sejumlah permasalah untuk diteliti lebih lanjut, yaitu diantaranya :
1. Apakah terdapat hubungan antara sistem informasi dengan prestasi kerja guru ?
2. Apakah terdapat hubungan antara komitmen kerja dengan prestasi kerja guru ?
3. Apakah terdapat hubungan antara kemapuan komunikasi (communication ability) kepala sekolah dengan prestasi kerja guru ?
4. Apakah terdapat hubungan antara iklim kerja organisasi dengan prestasi kerja guru ?
5. Apakah terdapat hubungan antara kepemimpinan dengan prestasi kerja guru ?
6. Apakah terdapat hubungan antara komunikasi organisasi dengan prestasi kerja guru ?
7. Apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi kerja guru ?
8. Apakah terdapat hubungan antara pengambilan keputusan dengan prestasi kerja guru

C. Pembatasan Masalah
Identifikasi masalah diatas menggambarkan ada berbagai faktor variabel yang mempengaruhi Prestasi Kerja guru sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Karena keterbatasan penelitian dalam hal waktu, biaya, dan tenaga serta agar penelitian lebih terarah maka diperlukan adanya pembatasan masalah. Dengan mempertimbangan ke-4 tersebut dalam penelitian, maka penelitian ini hanya akan membahas pada masalah : Komunikasi Kepala Sekolah, Pengambilan Keputusan, dan Prestasi kerja Guru.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah diatas maka masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah terdapat hubungan antara komunikasi dengan prestasi kerja ?
2. Apakah terdapat hubungan antara Pengambilan Keputusan dengan prestasi kerja ?
3. Apakah terdapat hubungan antara komunikasi dan Pengambilan keputusan secara bersama-sama dengan prestasi kerja ?

E. Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hasil penelitian diharapkan dapat menjelaskan prinsip-prinsip tentang komunikasi kepala sekolah dan pengambilan keputusan yang berkaitan erat dengan prestasi kerja guru. Lebih jauh lagi hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi untuk mengembangkan keilmuan dalam bidang manajemen mutu pendidikan.
Secara praktis hasil penelitian diharapkan dapat digunakan dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan prestasi kerja guru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: